Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label kognitif anak. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label kognitif anak. Tampilkan semua postingan
  1. Judul: Balitaku Khatam Qur'an

    Senin, 02 November 2015

    Resume Materi Kuliah WhatsApp Rumah Main Anak
    Oleh: Juditha Elfaj
    Jumat, 16 Oktober 2015
    Peresume: Sofianna Islamiati

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Ba'da tahmid wa shalawat.

    Semoga materi ini sampai kepada bunda-bunda di RMA semua dalam keadaan baik dan diliputi kasih sayangNya yang banyak.

    Izinkan saya mengingatkan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, "Siapa yang membaca al-qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dia akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya (orang tua) bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an." (HR Abu Daud).

    Ah, rasanya siapa ya yang tidak menginginkan mahkota dari cahaya itu. Siapa pula yang tak ingin ananda menjadi hambaNya yang istiqomah bersama kalamNya. Maka, yuk kota mulai menanam kecintaan kepada Al Qur'an sejak dini. Tapi, mengapa harus pada usia dini ya?

  2. Ketika Anak Terpapar Gadget

    Jumat, 30 Oktober 2015

    Resume Materi Grup WhatsApp Rumah Main Anak

    Waktu: Rabu, 15 Oktober 2015
    Pemateri : Chairunnisa Rizkiah, S. Psi.
    Peresume : Julia Sarah, S. Hum.

    Sekitar satu tahun lalu, saya menonton sebuah video berjudul “A Magazine Is an iPad That Does Not Work”. Di video tersebut diperlihatkan seorang anak berusia 1 tahun yang diberikan sebuah majalah. Alih-alih membalik halaman-halaman majalah tersebut, si anak mencoba memperlakukan majalah seperti komputer tablet, yaitu mengutak-atiknya dengan jari. Videonya bisa ditonton di link ini:https://www.youtube.com/watch?v=aXV-yaFmQNk

    Pada usia 0-2 tahun, perkembangan kognitif anak berada pada tahapan sensorimotor. Artinya, anak butuh input sensori untuk belajar. Perlu benda nyata yang bisa dipegang, diamati, dan diutak-atik. Apa yang terjadi di video yang saya ceritakan di atas, adalah kasus anak usia di bawah 2 tahun hanya tahu cara memegang komputer tablet, kemungkinan tidak pernah diberi waktu untuk bermain dengan buku yang nyata, dan akibatnya salah mempersepsi majalah sebagai tablet.

  3. Resume Materi Kuliah Whatsapp Grup Runah Main Anak
    (Live di RMA3)

    Hari, tanggal : Kamis, 1 Oktober 2015
    Pemateri : Teh Fufu
    Peresume : Sylvia Magaretta

    Originally created by @fufuelmart

    Suatu hari di sebuah hutan, para penghuni hutan berkumpul di satu tempat. Berkumpullah gajah, elang, ikan, ayam dan lainnya. Demi meningkatkan kualitas SDM di hutan, maka mereka sepakat untuk mendirikan sekolah di dalam hutan.
    Hari pertama, semuanya bersemangat mengikuti sekolah, ospek dulu ceritanya, hehe. Hari kedua, berkumpul bersama teman2 begitu luar biasa menyenangkan...
    Namun, satu bulan setelahnya terjadi stress massal di sekolah tersebut. Kenapa? karena ternyata gajah stress ketika ada pelajaran terbang, elang stress ketika ada pelajaran berenang, serta ular stress ketika ada pelajaran berayun di pohon.


  4. Kuliah WhatsApp Grup Rumah Main Anak 
    Hari, tanggal : Jumat, 3 Juli 2015

    Nama pemateri : Juditha Elfaj
    Di resume oleh : Rizki Pramudiningtyas (Kiky)

    Usia ini masih termasuk dalam rentang tahap pra-operasional (2 – 7 tahun), dimana kemampuan menerima rangsangan anak masih terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Namun, perkembangan kognitif (daya pikir) pada masa ini sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat. Sehingga bisa dikatakan bahwa seorang anak membangun kemampuan kognitif melalui interaksinya dengan dunia di sekitarnya.

  5. Kuliah WhatsApp Grup Rumah Main Anak
    Hari, tanggal : Kamis, 2 Juli 2015

    Judul Materi : Perkembangan Kognitif Anak Usia 2-4 tahun
    Nama pemateri : Chairunnisa Rizkiah, S.Psi.
    Di resume oleh : Rusyda Maulida

    Perkembangan kognitif adalah perubahan dan kestabilan dalam kemampuan mental (mental abilities), seperti kemampuan belajar, atensi, daya ingat, bahasa, kemampuan berpikir, penalaran, dan kreativitas (Papalia, Olds, dan Feldman, 2009). Kata ‘mental’ mengacu kepada hal-hal yang berhubungan dengan pikiran. Sederhananya, perkembangan dalam aspek kognitif mencakup perkembangan kemampuan seseorang untuk berpikir, memproses informasi, serta menggunakan informasi yang sudah diperoleh.

  6. Kuliah WhatsApp Grup Rumah Main Anak
    Hari, tanggal : Selasa, 30 Juni 2015

    Nama pemateri : Puti Ayu Setiani, S.Psi
    Di resume oleh : Fenny Agria Meidian, S.Km

    Hari ini saya akan berbagi mengenai perkembangan kognitif bayi. Tulisan ini merupakan rangkaian dari berbagai sumber yang saya dapat. Selamat membaca.
    Kognisi mengacu pada proses dan produk di dalam pikiran yang mengarahkan hingga akhirnya “mengetahui”. Hal ini mencakup semua aktivitas mental seperti menyadari, mengingat, menyimbolkan, mengkategorikan, membuat rencana, menalar, memecahkan masalah, menciptakan, dan mengimajinasi. Menurut Piaget, dua tahun pertama kehidupan berada pada tahap sensorimotor, dimana bayi “berpikir” melalui mata, telinga, tangan, dan semua alat sensorimotornya.